Pertarungan Lintas Beladiri
Seperti yang pernah kita lihat di berbagai stasiun TV yang menayangkan acara pertarungan bebas yang diikuti oleh berbagai macam aliran beladiri. Acara-acara seperti ini banyak diminati oleh berbagai kalangan. Bagaimana peran Tarung Derajat sendiri dalam acara pertarungan seperti itu?
Drs. GH. Achmad Dradjat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Aa Boxer, Guru Utama sekaligus pendiri dan pencipta beladiri Tarung Derajat secara terang-terangan menyatakan tidak setuju adanya pertarungan lintas bela diri tersebut. Menurut beliau, setiap bela diri dari aliran apapun itu seharusnya memiliki rasa KEBANGGAAN terhadap aliran beladiri mereka dan tak terjebak dalam kepentingan perorangan yang hanya mementingkan bisnis semata. Pertarungan bebas seperti itu sudah ada beberapa negara seperti Pride Fighting Championship di Jepang, Ultimate Fighting Championships di Amerika Serikat, Vale Tudo di Brasil dan masih banyak lagi dibeberapa negara lainnya. Namun event-event pertarungan bebas seperti itu tidak memberikan kontribuasi apapun terhadap perkembangan beladiri di nusantara ini kecuali hanya kepentingan bisnis hiburan semata.
Di beberapa forum di internet ada beberapa kalangan yang memandang sinis Tarung Derajat yang tidak berani turun dalam pertarungan bebas tersebut. Sebenarnya bukan masalah berani atau tidak, akan tetapi karena alasan yang telah disebutkan di atas mengapa Tarung Derajat tidak turun dalam event-event tersebut. Di samping itu juga Tarung Derajat sudah memiliki acara pertarungan bebas sendiri yaitu kejuaraan-kejuaraan yang rutin diadakan tiap tahunnya baik kejurnas maupun kejurda.
Berikut ini keberatan GH. Achmad Dradjat sebagai Guru Utama Tarung Derajat tentang pertarungan bebas tersebut :
Mengapa Anda tidak setuju arena semacam ini?
Saya pernah diminta menjadi komentator tarung bebas yang diadakan TPI ini. Saya tidak mau. Saya juga melarang murid saya ikut arena tarung itu. Bagi kami, silakan saja tarung bebas, tapi harus tetap ada aturannya. Dengan demikian setiap pendekar atau orang yang menguasai bela diri tetap menempatkan pertarungan tersebut sebagai suatu seni bertarung dan tidak asal mau menang saja. Maksudnya? Misalnya dipertemukan pendekar silat dengan pendekar gulat atau judo. Ya dilakukan saja pertarungan dua tahap. Pertama dengan aturan silat, kedua dengan peraturan judo atau gulat. Baru bisa terlihat kan. Kalau mau jujur Tarung Drajat diadakan sejak 1988, UFC mungkin sebelum itu. Tapi buat saya apa seninya bertarung semacam itu? Jadi saya tetap menekankan belajar bela diri itu jangan tergiur kepentingan sesaat.
Bagaimana kalau ada yang menantang Tarung Dradjat?
Silakan saja datang ke tempat kami. Di tempat kami ada mantan petarung Ultimate Fighting Championship, negro asal Belanda. Sebelumnya ia menguasai karate dan grappling. Setelah berlatih di tempat kami ia tidak mau ikut dalam kontes semacam itu lagi.
Idealnya bagaimana?
Seperti tadi. Seharusnya pertarungan diadakan sesuai peraturan. Bila petinju bertemu pegulat, diadakanlah dua kali menurut disiplin ilmu masing-masing. Bagi saya, beladiri itu harus hidup sesuai hakiki dan rasional. Bila dicampuri politik atau bisnis, maka ia akan kehilangan jiwa ksatria. Ok-lah. Tapi secara teoretis, bagaimana sih menghadapi beladiri yang main bawah? Ya jangan mau dipaksa main bawah. Sedapat mungkin jatuhkan lawan saat masih di atas
Berita "Tarung Derajat" Lainnya


Visitors :12971 Org
Hits : 33374 hits
Month : 906 Users
